Dua tahun silam, nama dan resep lentog Tanjung Kudus sempat melejit tatkala salah satu orang terkaya di Indonesia, Michael Bambang Hartono tertangkap kamera menjadikan kuliner khas Kudus itu sebagai menu sarapannya.

Lantas, apa yang menyebabkan miliarder dengan kekayaan Rp 522 triliun itu berlangganan lentog Tanjung Kudus? Salah satunya pasti sebab cita rasa lentog Tanjung Kudus yang lezat dan bikin ketagihan.

Dapuranda kali ini membagikan resep lentog Tanjung Kudus, agar Anda bisa merasakan sendiri kenikmatan kuliner langganan orang terkaya di Tanah Air tersebut. Atau bisa juga sebagai menu tambahan didalam katering nasi kotak bagi Anda pengusaha catering.

Irisan lontong, sayur gori atau nangka muda, beserta lodeh tahu dan tempe menjadi menu utama seporsi lentog Tanjung Kudus. Cita rasa kuahnya yang gurih, manis dan pedas mudah mengingatkan kita pada kelezatan lontong Cap Go Meh. Bedanya, lentog Tanjung Kudus menggunakan sayur nangka muda sebagai isiannya, sementara lontong Cap Go Meh menggunakan labu siam.

Kelezatan sayur gori ini kian sempurna dengan kehadiran irisan lontong pulen dan taburan bawang goreng. Umumnya, menu ini disantap bertemankan sate usus, sate ati ampela ayam, maupun telur puyuh.

Di kota asalnya, lentog Tanjung Kudus mudah ditemukan dijajakan di puluhan kios pinggir jalan. Menu sarapan andalan masyarakat Kudus ini memang tak sulit membuat siapapun jatuh hati.

Sejarah Lentog Tanjung Kudus

Jauh sebelum lentog Tanjung Kudus merambah kawasan lain di Pulau Jawa, kuliner khas Desa Tanjungkarang atau yang dikenal pula sebagai Desa Tanjung ini hanya dijajakan di sepanjang jalan desa, tepatnya di area Jalan Lingkar di Kabupaten Kudus.

Lentog sendiri merupakan nama lain dari lontong. Lontong di Kudus terbuat dari beras yang kemudian dibungkus daun pisang dan direbus selama 4 jam lamanya. Berbeda dengan lontong pada umumnya, lentog memiliki ukuran yang sangat besar, seukuran betis orang dewasa.

Ada kisah menarik di balik kelahiran lentog Tanjung Kudus. Keberadaan awal kuliner khas Kudus ini berkaitan erat dengan masa awal penyebaran Islam di Kudus.

Alkisah, saat kerajaan Hindu masih merajai Pulau Jawa, beberapa Wali datang ke Kudus untuk menyebarkan agama Islam. Suatu ketika, para wali secara diam-diam membangun sebuah masjid sebagai pusat agama Islam di Kudus.

Agar tak terendus otoritas kerajaan, para wali dan murid-muridnya membangun masjid di malam hari ketika semua orang tengah tertidur lelap. Di tengah proses pembangunan itu, terdengar suara ketukan menyerupai bedug yang membuat murid-murid para wali lengah, sebab mengira hari sudah menjelang pagi.

Sontak para murid berhenti bekerja dan secara tergesa-gesa meninggalkan pekerjaan mereka karena ingin menunaikan salat subuh. Padahal waktu itu masih malam buta. Sang wali yang bingung melihat muridnya lari dari tanggung jawab, menyelidiki muasal suara ketukan berbunyi “tug, tug, tug” tersebut yang ternyata berasal dari sendok yang diketukkan pada centong nasi milik seorang warga.

Kecewa dengan apa yang dilihatnya, Sang Wali yang menganggap suara ketukan tersebut mengganggu proses pembangunan masjid kemudian bersumpah, “Nek ono rejo-rejone jaman. Wong Tanjung ojo ono sing dodolan sego, mergo ora payu,” yang jika dialihbahasakan intinya “Kelak, warga Desa Tanjung jangan ada yang berjualan nasi, karena tidak akan laku.”

Benar saja, percaya atau tidak, warga Desa Tanjung hingga hari ini kesulitan berjualan nasi karena tidak laku. Sebagian besar masyarakat kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan sumpah Sang Wali.

Menyiasati kondisi tersebut, warga Desa Tanjung akhirnya bereksperimen membuat olahan makanan pengganti nasi dan jadilah lentog. Penamaan lentog sendiri terinspirasi dari bunyi “tog, tog, tog,” yang mengganggu Sang Wali ketika membangun masjid.

Secara turun temurun, lentog disantap masyarakat Kudus bersama sayur gori dan lodeh tahu. Lentog juga kerap disajikan di atas piring kecil beralaskan daun pisang yang dipotong secara melingkar. Sejumlah warung lentog di Kudus juga masih mempertahankan cara santap lentog yang unik yaitu dengan menggunakan suru atau sendok yang terbuat dari daun pisang.

Resep Lentog Tanjung Kudus Yang Lezat

cara membuat lentog tanjung kudus

Untuk membuat lentog Tanjung Karang yang lezat, Anda harus mengikuti langkah-langkah berikut ini secara berurutan. Urutan menjadi sangat penting dalam mengolah masakan berkuah khas Kudus ini. Sebab, urutan yang salah dapat menyebabkan lentog Tanjung Kudus gagal dibuat.

Bahan opor tahu

  1. 5 buah tahu putih
  2. Udang/bandeng secukupnya
  3. 1 bungkus santan instan
  4. 6 butir bawang merah
  5. 4 butir bawang putih
  6. 3 butir kemiri
  7. 1 sdt ketumbar
  8. 1/4 sdt lada halus
  9. 1 lembar daun salam
  10. 2 cm lengkuas
  11. 1 batang serai, memarkan
  12. 1 lembar daun jeruk
  13. 1/2 gelas air
  14. Gula merah secukupnya
  15. Garam, gula dan penyedap rasa secukupnya
  16. Minyak goreng

Bahan sayur nangka

  1. 1/4 buah nangka muda
  2. 1/2 bungkus santan instan
  3. 3 butir bawang merah
  4. 3 butir bawang putih
  5. 1 butir kemiri
  6. 1 lembar daun salam
  7. 2 cm lengkuas
  8. 1,5 gelas air
  9. Garam atau penyedap rasa secukupnya

Bahan pelengkap

  1. 3 buah lontong
  2. Sambal / cabe rawit
  3. Bawang goreng

Cara mengolahnya

  1. Cincang nangka muda terlebih dahulu, lalu rebus hingga empuk
  2. Ulek nangka muda rebus itu hingga halus
  3. Haluskan bumbu sayur nangka
  4. Rebus nangka menggunakan bumbu, daun salam dan lengkuas
  5. Tambahkan santan encer ke dalamnya, bersama garam, dan penyedap rasa
  6. Cicipi dan evaluasi rasanya
  7. Tumis tahu hingga keadaan setengah matang, lalu potong segitiga tipis
  8. Tumis bawang merah, bawang putih, dan kemiri dalam keadaan utuh
  9. Goreng udang dan ikan bandeng dalam keadaan setengah matang
  10. Haluskan ikan bandeng dan udang, buang kulit dan tulangnya.
  11. Haluskan bawang, kemiri dan ketumbar
  12. Campurkan bahan tersebut bersama udang dan bandeng yang sudah dihaluskan
  13. Masukkan daun salam, lengkuas, dan daun jeruk, kemudian tumis
  14. Masukkan air ke dalam tumisan tersebut
  15. Campurkan tahu, bumbu halus, lada bubuk, dan santan kental
  16. Masukkan gula merah, gula putih, garam, dan penyedap rasa
  17. Cicipi dan evaluasi rasanya
  18. Seporsi lentog Tanjung Kudus pun siap dihidangkan

Video Cara & Resep Membuat Lentog Tanjung Kudus

Agar lebih jelas dan mudah dalam membuat lentog Tanjung Kudus, silahkan simak dan praktikan video dibawah ini.

Itulah sejarah dan resep lentog Tanjung Kudus yang menggugah selera. Yuk bikin lentog Tanjung Kudus sendiri di rumah.